JATI AGUNG – Bencana boleh datang, tapi kecepatan gerak Bupati (jangan ditanya). Meski habis menghadapi agenda Safari Ramadan yang waktunya mepet, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama milih stay cool—dengan cara nggak cool-coolan di rumah, tapi langsung tancap gas ke lokasi banjir, Jumat (6/3/2026) malam.
Pak Bupati sadar, kalau cuma bikin status WA "Turut prihatin" doang, air banjir nggak bakal surut. Makanya, dengan gaya khas pemimpin muda, Egi turun langsung ke lokasi yang masih “tenggelam”, yakni Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, plus Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Hasilnya? Warga yang tadinya panik jadi agak senyum-senyum sendiri liat pejabatnya basah-basahan di malam hari.
Tak mau kalah gagah, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekda Supriyanto, serta jajaran kepala dinas ikut nimbrung. Mereka nggak cuma foto-foto buat dokumentasi, tapi beneran ngecek penyebab banjir, plus mungkin sambil ngitung berapa banyak warung kopi yang ikut terendam.
Di lapangan, fakta bicara, Jalan Kota Baru di Desa Gedung Harapan mendadak jadi "kolam renang publik" sejak pukul 17.00 WIB, lengkap dengan dua unit mobil yang nyemplak ala perahu karet.
Sementara di Margo Agung, airnya nekat setinggi dada orang dewasa. Warga setempat, Sri Utari, ikut nimpali dengan gaya nggak dibuat-buat: “Air naik cepat sekali, sekitar jam empat sore sudah tinggi,” ungkap Sri mungkin dengan nada sedikit cemas.
Tim Dinas Damkar dan BPBD sih udah duluan turun tangan, evakuasi sana-sini sampai ngatur lalu lintas. Tapi yang bikin vibes positif adalah langkah Bupati Egi yang langsung pasang badan, minta data warga terdampak dikumpulkan cepat dan gaspol salurkan bantuan. Ia bahkan sampai bilang,
“Saya minta camat segera mendata seluruh warga yang terdampak banjir agar penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kepada masyarakat yang saat ini berada di pengungsian, saya harap tetap bersabar dan tetap menjaga kesehatan.”
Bukan cuma itu, Bupati juga janji kasih bantuan air bersih buat bersihin rumah yang kotor kena lumpur. “Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan kebutuhan pangan mereka terpenuhi,” imbuhnya, kayak ibu-ibu PKK tapi versi kepala daerah.
Sementara itu, warga Desa Jati Mulyo mungkin lagi sibuk bergotong-royong sambil nunggu tanggul Bendungan Way Panas diperbaiki-soalnya jebolnya tuh yang bikin mereka kebanjiran. Tapi setidaknya, ada satu hal yang bikin suasana malam itu nggak kelabu total, Bupati Egi milih basa-basi minim, aksi maksimal.
Pemkab Lampung Selatan pun berjanji bakal mantau terus kondisi terkini, sembari memastikan pemulihan pasca banjir berlangsung cepet kayak respons bupatinya datang ke lokasi. Karena kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan Bupati Egi, siapa lagi yang mau malam-malam nyemplung banjir? (*)
