Iklan

Iklan

,

Iklan

Lampung Selatan Gebrak I-SIM 2025: First Time Ikut Langsung Tembus 12 Besar, Pawang Datanya Juara

26 Januari 2026, 14:05 WIB


KALIANDA - Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Kabupaten Lampung Selatan. Bukan cuma tahan banting di lalu lintas jalinsum, tapi sekarang juga tahan gesek di peta peringkat nasional.

Terbaru, Pemkab Lampung Selatan berhasil membawa pulang penghargaan dari program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025. Istilah kerennya, masuk 12 besar SDGs se-Indonesia. Skornya 41,80, cukup untuk digolongkan sebagai “The Exciter”. Bukan nama band, melainkan predikat untuk daerah yang kinerjanya disebut "progresif dan akseleratif". Kira-kira seperti motor tua yang tiba-tiba bisa ngebut setelah dimodifikasi.

Program ini diikuti 105 kabupaten dari total 415 kabupaten se-Indonesia. Rahasia kesuksesan Lampung Selatan? Tingkat pengisian data indikator SDGs mencapai 100 persen. Mereka mengusung program unggulan “Tangguh Bersama Menuju Sejahtera” sebagai modelnya.

Kegiatan ini digelar oleh Kementerian PPN/Bappenas berkolaborasi dengan PT Surveyor Indonesia. Temanya besar: “Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan.” Capaian Lampung Selatan ini cukup membanggakan, mengingat ini partisipasi perdana mereka dalam ajang SDGs Action Awards. Langsung nyetak gol di awal pertandingan, alih-alih sekadar penggembira.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh elemen pemerintah daerah.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pencapaian indikator SDGs secara menyeluruh.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif. Kami mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif, dengan prinsip no one left behind,” ujar Bupati Egi, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, pencapaian SDGs tidak hanya diukur dari peringkat dan angka statistik, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Pembangunan berkelanjutan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar capaian administratif, tetapi hadir melalui program nyata yang meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Penghargaan I-SIM 2025 ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor. Sekaligus menjadi motivasi untuk terus bekerja, karena setelah 'the exciter', tentu ingin menjadi 'the achiever', atau setidaknya tidak menjadi 'the sleepy runner-up'. (Kmf/*)

Iklan