Iklan

Iklan

,

Iklan

Usai 5 Hari Banjir, Pemerintah Genjot Normalisasi Gorong-gorong: Agar Fly Over Natar Tak Lagi Dijuluki 'Danau Musiman'

17 Januari 2026, 20:41 WIB


NATAR - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meninjau langsung lokasi rehabilitasi darurat dan normalisasi gorong-gorong di bawah Fly Over Natar, Kecamatan Natar, Sabtu (17/01/2026).

Peninjauan ini merupakan tindak lanjut atas banjir yang sempat merendam kawasan tersebut dan mengganggu aktivitas masyarakat selama hampir lima hari. Aktivitas di sekitar yang biasanya ramai, terpaksa beralih fungsi menjadi tempat cuci kaki darurat.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Egi didampingi sejumlah pejabat penting. Sebuah rombongan yang cukup untuk membuat warga penasaran.

Diketahui, banjir terjadi akibat tersumbatnya aliran air menuju sungai. Konon, gorong-gorong yang tadinya jalannya air, kini lebih mirip gudang sampah rahasia warga. Akibatnya, bukan hanya mobil yang bakal mogok, tetapi juga kesabaran pengendara yang ikut 'terendam'.

Bupati Egi menjelaskan bahwa penanganan cepat harus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Artinya, jangan sampai Fly Over Natar jadi kolam renang permanen tanpa karcis.

“Hari ini saya berada di Desa Natar, Kecamatan Natar, di lokasi yang sebelumnya terjadi banjir akibat sumbatan aliran air ke sungai. Alhamdulillah, langkah cepat sudah dilakukan oleh Dinas PUPR. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR, camat, dan kepala desa yang telah bergerak cepat,” ujar Bupati Egi. Gerak cepatnya diharapkan secepat air surut waktu gorong-gorong dibersihkan.

Ia menegaskan bahwa penanganan yang saat ini dilakukan bersifat darurat, namun pemerintah daerah tidak berhenti pada solusi sementara. Rencananya, jangan cuma gorong-gorong yang dinormalisasi, tapi juga kebiasaan buang sampah sembarangan warga.

“Insyaallah ini bukan penanganan sementara saja. Hari ini kita lakukan secara darurat, dan ke depan sudah ada solusi permanen agar masalah banjir ini tidak kembali terjadi,” tegasnya. Solusi permanennya diharapkan bisa bertahan lebih lama dari genangan yang lima hari itu.

Menurutnya, normalisasi gorong-gorong dan perbaikan sistem drainase menjadi kunci penting. Kuncinya sederhana, biarkan air mengalir ke tempatnya, bukan ke jalan raya.

Di sela-sela peninjauan, Bupati Egi juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar turut berperan aktif menjaga lingkungan. Pesan halus bahwa gorong-gorong bukan tempat buang sampah akhirat.

“Setelah pekerjaan ini selesai, mari kita jaga bersama. Jangan buang sampah sembarangan. Kepedulian lingkungan adalah kunci agar upaya pemerintah ini memberi dampak jangka panjang,” ujarnya. Dampak jangka panjangnya diharapkan, jalanan kering, pengendara senang.

Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen menangani persoalan banjir secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. Harapannya, ke depan, Fly Over Natar hanya terkenal sebagai jalan layang, bukan danau musiman. (Kmf/*)

Iklan