![]() |
| Ketiga remaja setelah diselamatkan, foto.ist |
KALIANDA – Tiga remaja belasan tahun berhasil dievakuasi dengan selamat setelah 'diajak main' oleh arus ombak di Pantai Way Kiyai, Karet, Kalianda, pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Menariknya, insiden ini terjadi setelah ketiganya sebelumnya telah diimbau oleh warga setempat untuk tidak berenang di lokasi, nasihat yang sayangnya kurang mendapat perhatian dan lebih menganggapnya sebagai suara angin lalu.
Menurut keterangan yang diperoleh, ketiga ABG tersebut memutuskan untuk berenang tanpa pengawasan orang dewasa, seolah-olah laut adalah kolam renang pribadi. Arus yang cukup kuat kemudian dengan ‘sopan’ membawa mereka terbawa hingga sekitar 50 meter dari bibir pantai, cukup jauh untuk menyadarkan bahwa ini bukan sekadar permainan air.
Salah seorang warga, Agus Iman Solihin, menjadi salah satu pemuda yang merespons. “Lagi di rumah, tiba-tiba ada orang belakang kasih tau kalau ada anak-anak kanyut. Gak pikir panjang saya ambil jaket pelampung di rumah langsung ke laut,” ujarnya.
"Semuanya 4 orang anak-anak, 3 berenang dan yang 1 cuma main di pinggir," tambah Agus, memberikan detail bahwa hanya sebagian dari rombongan kecil itu yang nekat melawan ombak.
Agus segera mendatangi lokasi dengan membawa jaket pelampung milik pribadi, bak pahlawan tanpa jubah. Saat tiba, ketiga remaja telah berada pada jarak yang cukup jauh dengan kedalaman air diperkirakan mencapai 2 meter—cukup untuk merenungkan segala pilihan hidup.
“Jadi yang nolong ada 3 orang termasuk saya, Dimas dengan Suryadi (Aceng) sudah lebih dulu tiba dilokasi. Jadi satu-satu kita selamatkan,” jelas Agus mengenai proses evakuasi yang dilakukan secara bergotong royong itu.
Setelah upaya penyelamatan yang cukup menegangkan, ketiga remaja akhirnya berhasil dibawa kembali ke darat dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski ketiganya mengalami tekanan emosional dan tentu saja, pelajaran berharga tentang pentingnya mendengarkan nasihat warga setempat—yang kali ini semoga benar-benar masuk.
Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa aktivitas di perairan terbuka, terutama tanpa pengawasan, memiliki risiko yang tidak bisa dianggap remeh, meski terlihat sangat menggiurkan untuk sekadar berfoto atau sekadar basah-basahan. Di sisi lain, kewaspadaan dan respons cepat warga sekitar terbukti menjadi penolong yang paling efektif—meski kadang harus "menerjang ombak" dengan peralatan seadanya, tanpa embel-embel gaji heroik.
Menurut informasi, ketiga remaja tersebut merupakan warga Sukajadi, Way Urang dan Palembapang. (Red)
