Iklan

Iklan

,

Iklan

Komisi III DPRD Lamsel Usulkan Normalisasi Gorong-Gorong di Desa Karang Anyar

20 Maret 2024, 16:38 WIB


JATI AGUNG - Komisi III DPRD Lampung Selatan, mengusulkan normalisasi gorong-gorong yang berada di komplek perumahan Permata Sari tepatnya di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jatiagung Lampung Selatan.

Hal tersebut diketahui saat rombongan Wakil rakyat yang membidangi pembangunan itu melakukan kunjungan kerja lapangan, Rabu, (20/3/2024).

Menurut Ketua komisi III, aliran gorong-gorong yang ada di lingkungan perumahan Permata Sari itu terlalu sempit, sehingga menimbulkan banjir dan genangan air di saat musim hujan.

“Ini alirannya terlalu sempit dan perlu adanya tindakan pemerintah daerah dalam hal ini PUPR untuk dapat melakukan normalisasi,” ujar legislatif dari Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Dijelaskan, kunjungan ini salah satu tindak lanjut laporan dari warga. Bahwa tiap musim penghujan selalu terjadi banjir yang disebabkan sempitnya aliran gorong-gorong yang ada, sehingga air merendam rumah-rumah warga.

“Dalam waktu dekat kami akan koordinasikan bersama pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segara menindaklanjuti untuk dilakukan normalisasi,” pungkasnya.

Komisi III DPRD Lampung Selatan, mengusulkan normalisasi gorong-gorong yang berad di komplek perumahan Permata Sari tepatnya di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan.

Hal tersebut diketahui saat rombongan Wakil rakyat yang membidangi pembangunan itu melakukan kunjungan kerja lapangan, Rabu, (20/3/2024).

Menurut Ketua komisi III, aliran gorong-gorong yang ada di lingkungan perumahan Permata Sari itu terlalu sempit, sehingga menimbulkan banjir dan genangan air di saat musim hujan.

“Ini alirannya terlalu sempit dan perlu adanya tindakan pemerintah daerah dalam hal ini PUPR untuk dapat melakukan normalisasi,” ujar legislatif dari Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Dijelaskan, kunjungan ini salah satu tindak lanjut laporan dari warga. Bahwa tiap musim penghujan selalu terjadi banjir yang disebabkan sempitnya aliran gorong-gorong yang ada, sehingga air merendam rumah-rumah warga.

“Dalam waktu dekat kami akan koordinasikan bersama pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segara menindaklanjuti untuk dilakukan normalisasi.” pungkasnya. (Red)

Iklan