Iklan

Iklan

,

Iklan

Kunci Pembangunan Ada di SDM, Bupati Beri Pidato Strategis di Acara yang Juga Ada Khitan Gratis

17 Januari 2026, 20:15 WIB


TANJUNG SARI - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan peran strategis pondok pesantren dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) unggul dan berakhlak sebagai fondasi pembangunan daerah.

Tampaknya, jika ingin membangun daerah, kuncinya bukan hanya proyek fisik, tapi juga banyak-banyak cetak generasi yang tak hanya pinter baca kitab, tapi juga pinter baca peluang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Egi saat menghadiri kegiatan Tahtiman Al-Qur’an Bin Nazdri dan Bil Ghoib yang dirangkaikan dengan Khitanan Massal serta Pengajian Akbar dalam rangka peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Sebuah paket komplit, dari menghafal Quran, sunatan massal, sampai pengajian. Satu hari, banyak sekali pencapaian rohani dan fisik.

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Salafiyah Baitul Kirom itu menjadi momentum yang memadukan nilai keagamaan, pendidikan, dan kepedulian sosial. Atau dengan kata lain, hari dimana semua target kerja bakti sosial dan spiritual diselesaikan sekaligus, efisiensi ala pesantren.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh pondok pesantren dan seluruh masyarakat yang terlibat. Ia menilai, rangkaian acara yang menggabungkan pendidikan Al-Qur’an, kegiatan sosial, dan penguatan nilai keislaman merupakan cerminan Islam yang memberi manfaat nyata bagi umat.

“Kegiatan hari ini menunjukkan Islam yang menghadirkan ilmu, kepedulian sosial, serta kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar Bupati Egi. Masyarakat sekitar mungkin merasakan manfaatnya, terutama bagi para orang tua yang anaknya ikut khitanan massal, sekali dayung, sunat dan mengaji terlampaui.

Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Isra Mikraj tidak semata-mata menjadi peristiwa spiritual, tetapi sarat dengan pesan perubahan dan perbaikan diri yang berkelanjutan.

“Isra Mikraj mengajarkan kepada kita bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keimanan yang kuat dan disiplin ibadah yang kokoh. Dari sanalah akan lahir pribadi-pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” katanya. Intinya, kalau ingin melakukan perjalanan jauh dalam satu malam, syaratnya iman dan disiplin. Bukan cuma modal kuota internet dan nyali.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi turut memaparkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Lampung Selatan, mulai dari keindahan alam, keragaman budaya, kesuburan tanah, hingga posisi geografis yang strategis dengan keberadaan pelabuhan dan bandara. Sebuah iklan promosi daerah yang menyelinap di sela-sela acara keagamaan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa pengelolaan yang tepat, terutama dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia.

“Lampung Selatan memiliki begitu banyak anugerah. Tetapi semua potensi itu tidak akan menjadi manfaat yang luar biasa apabila tidak dikelola dengan sebaik-baiknya. Kuncinya satu, yaitu sumber daya manusia,” tegasnya. Jadi, alam yang indah, tanah yang subur, dan bandara yang strategis itu percuma kalau manusianya tidak di-upgrade. Mirip punya smartphone canggih tapi cuma dipakai telepon saja.

Oleh karena itu, Bupati Egi menekankan bahwa pondok pesantren memiliki peran penting sebagai salah satu pilar utama dalam membentuk karakter, akhlak, dan kualitas generasi muda.

“Pesantren adalah pilar pembentukan karakter dan akhlak. Anak-anakku di pesantren ini adalah generasi penerus Lampung Selatan ke depan,” ujarnya. Tekanan berat diberikan kepada santri, selain harus hafal surat Yasin, juga harus siap menerima tongkat estafet membangun daerah.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan kepedulian sosial terus tumbuh dan menjadi fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, berilmu, dan berdaya saing. Targetnya jelas: masyarakat yang siap menghadapi akhirat, sekaligus siap bersaing di pasar kerja. (Kmf/*)

Iklan