Iklan

Iklan

,

Iklan

Rival Mundur, Edwin Apriandi Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Lamsel Masa Bakti 2026-2029

14 Januari 2026, 16:07 WIB


KALIANDA – Hasilnya sudah fix. Setelah berjam-jam berdebat di ruangan yang dinginnya bikin orang melek, Konferensi Kabupaten IX (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan di Grand Elty Krakatoa, akhirnya memutuskan satu nama, Edwin Apriandi.

Lelaki yang akrab disapa Edwin itu terpilih secara aklamasi menjadi Ketua PWI Lampung Selatan masa bakti 2026-2029, usai satu-satunya calon pesaing, Amir Syarifudin, menyatakan mundur sebelum pemilihan.

Edwin, wartawan senior yang track record-nya di dunia jurnalistik Lampung Selatan sudah nggak perlu diragukan lagi, langsung dapat mandat penuh. Ekspektasinya jelas, bawa organisasi ini makin progresif.

Edwin bilang, ini bukan kemenangan kelompok ataupun pribadi, ini kata dia adalah kemenangan bersama. Edwin juga gak mau lagi ada organisasi yang terpecah belah.

"Hari ini bukan tentang siapa yang terpilih, tapi bagaimana tentang kedepan PWI menjadi lebih baik. Tidak ada lagi sekat, tidak ada lagi kubu, yang ada hanya solid, satu tujuan, dan jalan bersama," ujar Edwin, Rabu (14/01/2026).

Dalam visi misinya, Edwin nyebut tujuh poin penting yang udah ia catat semalaman sampai begadang, tiga utamanya naikin kompetensi anggota, jaga independensi media, dan mempercepat adaptasi jurnalisme digital biar wartawan Lampung Selatan nggak keteteran hadapi perubahan industri media.

"Saya punya tagline, 'bersama kita bisa mewujudkan pers profesional, agroeduwisata budaya dan lampung selatan maju', mari kita wujudkan bersama," kata Edwin, penuh semangat.

Rencananya, kepengurusan baru di bawah Edwin akan segera gelar rapat perdana untuk susun program kerja nyata. Harapannya, PWI Lampung Selatan tetap jadi rumah yang kuatkan solidaritas dan tingkatkan profesionalisme para wartawan di daerah.

Diketahui, tim formatur Konferkab IX PWI Lampung Selatan, juga menetapkan langsung Desy Habibi sebagai sekretaris dan Yunizar Adha sebagai Bendahara. (*)

Iklan