KALIANDA – Kabar gembira datang dari Bumi Khagom Mufakat. Realisasi investasi Kabupaten Lampung Selatan di tahun 2025 bukan cuma numpang lewat, tapi benar-benar jebol target. Hingga tutup tahun, nilai investasi tercatat mencapai Rp3,040 triliun. Jumlah itu setara 115 persen dari target yang "cuma" Rp2,64 triliun. Angkanya bikin senyum merekah, mirip dapat durian runtuh.
Capaian ini seolah jadi bukti cinta para investor kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Pasangan ini dinilai jago merayu dengan jurus andalan, kemudahan perizinan berusaha. Dijamin anti ribet, nggak pakai lama, pokoknya investor langsung betah.
Berdasarkan bisikan manis dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui laman sakti data.bkpm.go.id, target investasi 2025 yang diimpikan sebesar Rp2,64 triliun bukan cuma terlampaui, tapi digebuk habis-habisan hingga Rp3,040 triliun. Kerja keras, cuy!
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Lampung Selatan, Rio Gismara, dengan nada sedikit heboh mengonfirmasi kabar bahagia ini. Katanya, tren investasi di daerah lagi naik daun.
“Target investasi 2025 Rp2,64 triliun, realisasi tercapai Rp3,040 triliun atau over target 115 persen,” ujar Rio Gismara saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026). Gaya bicaranya kayak content creator yang baru dapat endorse.
Menurut Rio, resep rahasianya ada di komitmen Bupati Radityo Egi Pratama. Beliau doyan menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan. Alhasil, para investor antre mau menanamkan modal, nggak ada yang mau pindah ke lain hati.
Rio kemudian buka-bukaan strategi. Kata dia, promosi investasi sekarang dilakukan dengan gaya jemput bola, aktif ngenalin potensi daerah ke investor kelas kakap. Fokus utama lagi diarahkan buat ngembangin Kota Kalianda dan sekitarnya. Targetnya biar jadi wajah ibu kota kabupaten yang kece, bahkan ingin dibranding sebagai kawasan pariwisata premium. Bukan kaleng-kaleng!
“Fokus di tahun 2026 tetap mengarah ke sektor pariwisata untuk mengembangkan Kota Kalianda dan sekitarnya sebagai wajah ibukota serta membranding sebagai kawasan pariwisata premium,” kata Rio, sambil mungkin sudah menyiapkan konten promo untuk TikTok.
Ngomongin sektor, investasi tahun 2025 ini didominasi oleh sektor listrik, gas dan air, industri makanan, serta perdagangan dan reparasi. Nggak berhenti di situ, potensi industri pengolahan dan hospitality juga lagi gencar dipromosikan sesuai karakter masing-masing wilayah. Semua kebagian jatah.
Dengan pencapaian segila ini, Lampung Selatan dinobatkan sebagai kabupaten dengan realisasi investasi tertinggi se-Provinsi Lampung. Meski begitu, mereka harus puas duduk di kursi nomor dua, karena Bandar Lampung masih perkasa dengan nilai investasi Rp3,835 triliun. Ya, nggak papa, yang penting naik podium.
Bonusnya, investasi yang mengalir deras ini berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 4.209 orang. Artinya, perut banyak orang ikut kenyang. Bukan cuma investor doang yang senang, masyarakat juga ikut kebagian rezeki.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan punya target lebih tinggi lagi. Mereka nggak cuma mengejar nilai nominal, tapi juga kualitas. Mulai dari dampak ekonomi, penciptaan lapangan kerja, sampai penguatan sektor unggulan kayak agroeduwisata yang jadi program prioritas kepala daerah. Semoga berkah, ya! (*)
