Iklan

Iklan

,

Iklan

Tiga Inovasi Pemerintah Lamsel: Dari Ngafe hingga Maskot Anti-Korupsi

28 Januari 2026, 20:54 WIB


KALIANDA – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) siap meluncurkan tiga program inovasi: Hallo Lamsel, L-Betik, dan Desa HELAU. Persiapan dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekda Supriyanto, Rabu (28/1/2026).

Rapat dihadiri para pejabat, termasuk tiga kepala dinas pemrakarsa. Tujuannya: menyelaraskan konsep agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Launching ala Nongkrong di Kafe

Kepala Dinas Kominfo, Anasrullah, menjelaskan bahwa Hallo Lamsel adalah penyempurnaan layanan masyarakat yang lebih modern. Uniknya, peluncurannya tidak formal, tapi mengusung konsep nongkrong ala kafe di Taman Tengah Kantor Bupati.

“Awalnya launching dirancang secara formil, tetapi sesuai arahan Bapak Bupati, acara diminta tidak terlalu kaku. Kami akan mengundang unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga masyarakat, dengan estimasi sekitar 150 peserta,” jelas Anasrullah.

Demo aplikasi akan ditampilkan via videotron, menampilkan delapan layanan unggulan.

Maskot dan Souvenir Pengaduan

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Badruzzaman memaparkan L-Betik sebagai sistem pencegahan korupsi. Saat ini, revisi Peraturan Bupati untuk mempertegas nomenklatur L-Betik dan Sai Betik sedang dilakukan.

“Kami juga memperkenalkan Si Elbik sebagai maskot resmi. Selain menyiapkan tim teknis, kami menyediakan suvenir berisi nomor kontak aduan agar masyarakat lebih mudah menyampaikan laporan,” ujarnya.

Desa yang HELAU: Indah dan Berdaya Saing

Kepala Dinas PMD, Erdiyansyah, memaparkan Desa HELAU sebagai ide orisinal Bupati. Program ini mengintegrasikan nilai-nilai ABRI BKW ke dalam pembangunan desa.

“HELAU merepresentasikan daerah yang indah, cantik, rapi, dan berdaya saing. Ke depan akan dipilih 17 desa percontohan sebagai model penguatan komitmen bersama antar-stakeholder, di luar agenda rutin lomba desa,” kata Erdiyansyah.

Percepatan Persiapan Teknis

Sekda Supriyanto menegaskan pentingnya percepatan peluncuran. Meski jadwal menyesuaikan agenda Bupati, persiapan teknis dan narasi harus segera rampung.

“Saya berharap secepatnya bisa segera di-launching. Terkait jadwal, kita menyesuaikan agenda Bapak Bupati. Namun secara teknis maupun narasi penguatannya, semua harus sudah siap dalam waktu dekat,” tegas Supriyanto.

Peluncuran akan digelar terbuka di Taman Tengah Kantor Bupati, sebagai simbol transparansi dan kedekatan dengan masyarakat. (*)

Iklan