Iklan

Iklan

,

Iklan

Rakernas APUDSI: Bupati Lamsel Buka-bukaan Soal Peluang Investasi di Depan Bos-Bos Desa

14 Februari 2026, 19:38 WIB

Dok. Diskominfo Lamsel

JAKARTA – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, kayaknya lagi sibuk banget keliling forum. Kali ini, beliau jadi narasumber di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) yang dihelat di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Nah, di forum yang katanya bergengsi dan dihadiri para jagoan usaha desa se-Indonesia ini, Mas Bupati pamer konsep. Bukan pamer jam tangan atau sepatu mahal, tapi konsep pembangunan desa berbasis pariwisata berkelanjutan. Plus, sekalian jualan peluang investasi Lampung Selatan. Ya, siapa tahu ada yang kepincut, gitu loh.

Dengan gaya-nya, Bupati Egi yang ngangkat tema “Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” ini pengin ngasih tahu ke semua orang kalau desa tuh nggak bisa disamain gaya potensinya.

“Semua desa di Indonesia punya keunggulan masing-masing. Tidak bisa kita pukul rata. Kita harus melihat potensi lokalnya, lalu kita dorong agar menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Egi di depan para peserta yang manggut-manggut setuju.

Egi lalu buka-bukaan data. Katanya, Kabupaten Lampung Selatan tuh rame banget, sob. Sepanjang 2025, ada sekitar 1,6 juta wisatawan yang mampir. Tapi, duit yang masuk dari sektor pariwisata ke PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) baru sekitar 1,2 persen. Kok bisa? Nah, ini dia masalahnya, para turis itu rata-rata cuma nongkrong sekitar tiga jam. Udah gitu, cabut.

Nah, celah ini, menurut Egi, adalah ladang investasi yang menggiurkan. Bayangin, dari 1,6 juta orang yang lewat, duitnya cuma kebuang buat beli es kelapa muda doang. Belum sempat nginep, udah balik kanan. Makanya, peluang buat hotel, restoran, kafe, sampe homestay tuh masih menganga lebar. Pemerintah daerah katanya juga lagi sibuk benahin akses jalan biar para turis betah dan dompetnya ikut kebuka.

“Tahun 2025 kami menyelesaikan pembangunan jalan hampir 270,9 kilometer guna memperkuat konektivitas kawasan ekonomi desa dan destinasi wisata,” jelasnya, sambil mungkin dalam hati berharap, jangan sampai jalan mulus tapi cuma dilewatin doang.

Nggak cuma jualan jalan, Bupati Egi juga memperkenalkan konsep terbarunya, agroeduwisata. Ini lagi digodok di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro. Gampangnya, para petani nggak cuma jualan hasil panen, tapi juga jualan pemandangan sawah dan cara nanam padi. Jadi wisatawan bisa main sawah sambil belajar, petani tetap panen, saling menguntungkan. Istilah kerennya, sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.

“Kita ingin produksi pertanian tetap berjalan, namun memiliki nilai tambah melalui sektor pariwisata. Model ini sedang kami dorong di beberapa desa,” tambahnya, kayak influencer yang lagi ngajak followers-nya hits ke desa.

Rakernas APUDSI yang berlangsung dua hari, 13-14 Februari 2026 ini, sekaligus jadi pesta ulang tahun organisasi yang ke-1. Tema yang diusung juga nggak kalah keren: “Resilient Village: Ketahanan Dimulai dari Desa.” Pokoknya, desa harus tangguh, jangan sampai kalah sama kota.

Di akhir acara yang mungkin ditutup dengan makan siang gratis itu, Bupati Egi berharap sinergi antara pemerintah dan para bos usaha desa makin erat. Harapannya, ekonomi desa bisa tumbuh inklusif dan berkelanjutan. Termasuk di Lampung Selatan, biar desanya makin maju, dan para tamunya nggak cuma mampir tiga jam doang. (*)

Iklan