Iklan

Iklan

,

Iklan

Buat yang Hobi Jepret Makanan, Ini Saatnya Berjasa! Wakil BGN: Upload Menu MBG Bantu Pengawasan

04 Maret 2026, 10:01 WIB

Foto animasi Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang. (Foto tangkapan layar dari video unggahan inilah.com)

SEMARANG - kil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, memastikan pihaknya tidak melarang warga mengunggah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke medsos. Malahan, menurutnya, unggahan itu justru membantu BGN dalam mengawasi jalannya program di berbagai daerah.

Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan MBG di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (3/3/2026). Jadi kalau warganet lagi seneng hunting foto menu MBG, silakan aja. Tapi jangan lupa kasih alamat lengkap, biar BGN gampang nyari lokasinya.

"Kami sangat terbantu kalau masyarakat meng-upload menu. Tapi tolong sebutkan sekolah di mana, SPPG desa mana, daerah mana, kecamatan mana, kabupaten mana. Hari itu juga kita tindak lanjuti," kata Nanik kepada para wartawan.

Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi itu memastikan pihaknya segera menindak SPPG yang terbukti tidak memenuhi prosedur dan ketentuan dalam proses pengolahan hingga penyajian MBG. Jadi kalau ada dapur nakal, siap-siap aja kena tegur.

"Yang tidak benar menunya, kita suspend dapurnya, kita tutup dapurnya," tegasnya.

Saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi secara nasional sudah mencapai 24 ribu lebih unit. Target pembentukan SPPG adalah 30 ribuan unit. Sementara saat ini pengawas SPPG di BGN hanya ada 70 orang. Coba bayangkan, 70 orang ngawasin 24 ribu dapur. Matematika mana yang bisa ngejalanin ini sendirian?

“Kita punya pengawas hanya 70 orang di BGN. Bagaimana mau ngawasi 30 ribu lebih dapur nanti? Sekarang 24 ribu,” katanya.

Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu memastikan bahwa BGN membutuhkan peran serta masyarakat dalam mengawasi program MBG. Makanya, daripada jadi tim sukses drama, mending bantu-bantu mantau.

“Tapi tolong disebutkan alamatnya di mana, SPPG-nya di mana, kapan? Jangan video yang sudah tahun lalu diviralkan lagi. Kalau itu (memviralkan lagi video lama) kan berarti punya tujuan-tujuan lain," ujarnya.

Nah, yang bikin lega, beliau juga menepis kekhawatiran wartawan soal jerat UU ITE. Jadi kalau ada warga yang meng-upload menu MBG yang tidak layak, nggak usah takut kena pasal pencemaran nama baik. Kecuali kalau yang diunggah itu hoaks—baru deh bisa kena. Tapi kalau jujur dan nyata amit-amit, aman.

Menurutnya, jerat undang-undang ITE hanya bisa diterapkan kalau yang diunggah adalah informasi hoaks. Tapi jika yang di-upload benar dan merupakan kenyataan, warga tak perlu khawatir. Ibaratnya, menu jelek ya bilang jelek, bukan difoto trus dikasih caption "Makanan para dewa" padahal cuma nasi doang.

Nanik lalu menjelaskan bahwa bujet makanan untuk MBG bukan Rp15 ribu, tapi Rp8.000 sampai Rp10 ribu. Jika menu makanan itu memang jelek dan harganya di bawah budget yang sudah ditetapkan, lalu warga mengunggah dengan menyebutkan alamat yang jelas, hal itu bukan hoaks.

“Jadi tidak akan terjerat UU ITE. Yang penting tidak fitnah dan tidak hoaks, pasti nggak kena UU ITE,” jelasnya.

Mantan jurnalis senior itu pun sempat mengomentari pertanyaan wartawan tentang adanya sekolah yang mengembalikan MBG karena menu tidak layak. Menurut Nanik, BGN mempersilakan jika ada sekolah yang tidak mau menerima MBG.

"Boleh. Bahkan tidak menerima pun boleh. BGN tidak pernah memaksa sekolah untuk menerima. Menolak pun enggak masalah," ujarnya.

Jika sekolah itu menolak pengiriman MBG, mereka hanya perlu membuat surat pernyataan. Kayak surat cinta, tapi isinya "Maaf, kami belum siap menerima MBG." Sederhana, kan?

"Yang penting buat surat pernyataan, 'Kami menolak program MBG'. Enggak masalah. Kan masih banyak nih yang ngantre (untuk menerima MBG)," ucapnya.

Kepada wartawan, Nanik pun memastikan bahwa sekolah yang menolak menerima MBG tidak akan di-blacklist. Ya nggak lucu juga kalau sekolah ditandangin preman gara-gara nolak nasi kotak.

“Lah, kok di-blacklist. Kan nggak ada kewajiban,” pungkasnya.

Jadi, buat warganet yang hobi hunting foto makanan, selamat berburu. Tapi tolong jangan lupa sebutkan lokasinya ya. Biar BGN nggak pusing kayak cari jarum di tumpukan jerami.

---

Dikutip dari inilah.com

Iklan