PESAWARAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Jumat (13/3/2026).
Musrenbang tersebut dihadiri Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, anggota DPRD Provinsi Lampung, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta para camat, kepala desa, dan berbagai elemen masyarakat.
Adapun tema pembangunan Kabupaten Pesawaran Tahun 2027 adalah “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Peningkatan dan Pemerataan Infrastruktur serta Sarana Prasarana Pelayanan Publik untuk Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan.”
Bupati Pesawaran, Nanda Indira, mengatakan penyusunan RKPD 2027 merupakan tahapan strategis dalam siklus perencanaan pembangunan daerah. Dokumen tersebut menjadi penjabaran tahun kedua dari RPJMD Kabupaten Pesawaran 2025–2029.
“Musrenbang ini menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan pendekatan teknokratis, partisipatif, politis, top-down, dan bottom-up, sehingga perencanaan pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan fiskal daerah,” ujar Nanda.
Ia menjelaskan, penyusunan RKPD 2027 mengacu pada RPJPD Kabupaten Pesawaran 2025–2045, RPJMD 2025–2029, serta arah kebijakan RPJMN dan RPJMD Provinsi Lampung, yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Dalam paparannya, Nanda juga menyampaikan capaian makro pembangunan daerah pada 2025. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pesawaran tercatat sebesar 5,38 persen atau meningkat 1,49 poin dibanding tahun sebelumnya, dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp23,45 triliun atau berkontribusi 4,44 persen terhadap perekonomian Provinsi Lampung.
Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian sebesar 36,86 persen, diikuti perdagangan 17,30 persen, industri pengolahan 14,15 persen, konstruksi 10,26 persen, serta sektor lainnya 21,43 persen.
Selain itu, Pemkab Pesawaran juga melaporkan pelaksanaan sejumlah program strategis, di antaranya program MBG yang telah menjangkau seluruh kecamatan dengan 52 SPPG dan melayani sekitar 130.416 penerima manfaat. Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih juga terus dikembangkan dengan 47 gerai yang tersebar di berbagai wilayah.
Pemkab Pesawaran turut mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Lintas Barat, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan. Sekolah tersebut direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 7 hektare dengan kapasitas 1.200 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Nanda menegaskan, arah pembangunan daerah berlandaskan visi “Pesawaran CAKEP Lebih Maju Menuju Indonesia Emas 2045” yang dijabarkan dalam lima misi, yakni Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif.
"Program-program tersebut diharapkan menjadi game changer pembangunan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya optimalisasi potensi lokal sebagai fondasi pembangunan. Ia menyoroti peningkatan kualitas SDM melalui IPM, penguatan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, serta pemerataan akses pendidikan.
“Pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari desa. Jika desa tumbuh, maka kabupaten, provinsi, hingga negara juga akan tumbuh,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan agar setiap perencanaan pembangunan menjunjung prinsip good governance, sehingga berjalan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Red)
