BANDARLAMPUNG - PWI Lampung memasang target ambisius dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) dan Hari Pers Nasional (HPN) 2027. Tidak hanya sukses acara dan prestasi olahraga, event nasional ini juga diharapkan menjadi lokomotif penggerak ekonomi sekaligus promosi pariwisata Lampung ke kancah nasional.
Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, mengungkapkan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh hari. Berbagai koordinasi lintas sektor terus digencarkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan maksimal.
"Persiapan tidak bisa dilakukan mendadak. Sejak tiga bulan terakhir, kami terus berkoordinasi secara intensif dengan PWI Pusat serta jajaran stakeholder di daerah, mulai dari Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga pemerintah kabupaten/kota," ujar Wirahadikusumah saat menyaksikan seleksi atlet futsal di lapangan indoor Twin Futsal Bandarlampung, Sabtu (8/8/2026).
Dipilihnya Bandarlampung sebagai pusat kegiatan membuat koordinasi dengan Pemerintah Kota menjadi prioritas utama. Sebab, sekitar 5.000 wartawan dan kontingen dari seluruh Indonesia diprediksi hadir memadati ibu kota provinsi tersebut.
Wirahadikusumah menyebut dampak ekonomi menjadi pilar penting dalam target Tri Sukses yang dicanangkan. Lonjakan kunjungan ribuan peserta dinilai akan menghidupkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga sentra oleh-oleh khas Lampung.
PWI Lampung pun telah menjalin komunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung untuk mengantisipasi lonjakan akomodasi.
"Jika satu jurnalis mengalokasikan dana minimal Rp1 juta saja, setidaknya ada putaran uang segar sebesar Rp5 miliar yang mengalir di masyarakat Lampung selama acara berlangsung," kata Wirahadikusumah.
Di sisi olahraga, Lampung tidak sekadar menjadi tuan rumah. Tim futsal yang menjadi andalan daerah menargetkan medali emas setelah dua kali berturut-turut harus puas dengan perak. Sebelumnya, di Porwanas Kalimantan Timur dan Malang, skuad futsal Lampung selalu menembus babak final namun gagal di puncak.
"Dua kali pelaksanaan Porwanas sebelumnya, di Kalimantan Selatan dan Malang, tim futsal kita selalu menembus babak final meski harus puas meraih medali perak. Tahun ini, berbekal persiapan yang matang jauh-jauh hari dan tampil di kandang sendiri, kita menargetkan medali emas," tegasnya.
Saat ini, seleksi atlet untuk berbagai cabang seperti catur dan domino juga tengah berlangsung. Seluruh data atlet ditargetkan rampung sebelum penutupan entry data pada akhir Agustus.
Tak hanya ekonomi dan prestasi, HPN dan Porwanas dimanfaatkan sebagai momen emas mempromosikan keindahan Lampung. Lomba Karya Jurnalistik yang mencakup foto, video, dan penulisan feature akan mendorong peserta mengeksplorasi destinasi wisata serta kearifan lokal.
Karya-karya jurnalistik yang dihasilkan berpotensi dipublikasikan melalui berbagai media nasional. Dengan begitu, promosi pariwisata Lampung akan menyebar luas ke seluruh Indonesia.
Porwanas 2027 dijadwalkan dibuka pada 5 April di Stadion Pahoman, Bandarlampung. Sementara puncak peringatan HPN 2027 berlangsung 12 April dan direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Tahun 2027 menjadi babak sejarah bagi Lampung. Untuk pertama kalinya, HPN digelar di Bumi Ruwa Jurai. Sementara Porwanas kembali digelar di Lampung setelah sukses menyelenggarakannya pada 1993 silam.
"Kami memohon dukungan seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan agar Lampung sukses menjadi tuan rumah yang baik, sukses meraih prestasi, serta membawa dampak positif bagi perekonomian daerah," ujarnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Lampung optimistis mampu mengukir sejarah baru sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)
