Iklan

Iklan

,

Iklan

Bupati Egi Dadakan Hadir, Buka Puasa PWI Lamsel Jadi Lebih Hangat

17 Maret 2026, 22:47 WIB

KALIANDA – Namanya juga bulan puasa, biasanya yang dadakan itu waktu sahur kebangun karena ketinggalan alarm. Tapi di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan, yang dadakan justru tamu spesial. Selasa (17/3/2026) tadi, acara buka puasa bersama yang tadinya direncanakan berjalan standar-makan plus minum es, ngobrol, terus pulang-mendadak berubah hangat.

Ya, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, hadir tanpa pemberitahuan alias mendadak. Bukan pakai karpet merah atau protokoler, beliau datang langsung kayak orang mau takjil-an ke rumah tetangga. Otomatis, para wartawan yang tadinya siap-siap buka puasa menjelang magrib langsung melek dan salim siap.

Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, sampai geleng-geleng kepala. Katanya, tadi infonya Pak Bupati cuma diwakilkan sama Plt Kepala Dinas Kominfo, Hendry Kurniawan. Eh, pas lagi asyik ngobrol, tiba-tiba bos besar masuk.

“Agenda ini murni inisiatif PWI Lampung Selatan sebagai ajang silaturahmi dan berbagi di bulan Ramadan. Kehadiran Pak Bupati menjadi kejutan sekaligus kehormatan bagi kami,” ujar Edwin, berusaha cool padahal hatinya mungkin teriak, “Pak Bupati seriusan datang? Kominfo bilangnya tadi diwakilkan!”

Edwin nambahin kalau acara ini bukan cuma buka puasa doang, tapi ada aksi sosialnya juga. Ya, karena kalau cuma buka puasa doang, takutnya wartawan pada lupa berbagi, padahal biasanya lebih sering minta share (siaran pers).

“Kami mengapresiasi perhatian Pak Bupati. Ini menunjukkan kepedulian terhadap insan pers di Lampung Selatan,” tambahnya sambil senyum-senyum.

Sementara itu, Plt Kadis Kominfo, Hendry Kurniawan, yang tadinya mungkin siap-siap jadi wakil bupati dadakan, akhirnya cuma bisa ngangguk-ngangguk setuju.

“PWI merupakan mitra strategis pemerintah dalam publikasi dan penyebaran informasi. Sinergi ini harus terus dijaga dan diperkuat,” ujarnya. Terjemahan bebasnya: "Pokoknya jangan sampai wartawan salah nulis, Pak."

Di tengah suasana yang tadinya adem ayem, Bupati Egi pun angkat bicara. Dengan gayanya yang santai kayak lagi ngopi di warung, beliau ngejelasin kalau kehadirannya itu bukan cuma formalitas.

“Bagi saya, teman-teman PWI adalah keluarga. Media bukan hanya mitra publikasi, tetapi juga mitra diskusi, penyeimbang, sekaligus pengingat dengan kritik konstruktif,” kata Egi.

Ia juga mengajak insan pers untuk terus menjalankan peran secara bijak dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan nilai-nilai positif.

“Mari kita gunakan peran, jari, pikiran, dan hati kita untuk hal-hal yang membawa dampak positif bagi Lampung Selatan,” pesannya. Mungkin beliau sadar, jari wartawan itu sakti-bisa bikin viral, bisa bikin klarifikasi.

Selain berbuka, acara juga diisi santunan buat sekitar 20 anak yatim. Jadi, anak-anak yatim tersebut bukan cuma dapat THR, tapi juga menyaksikan langsung bagaimana Bupati dan wartawan akur-momen langka yang mungkin bikin mereka bertanya-tanya, "Lho, kok wartawan sama Bupati kayaknya akur ya, Bu? Biasanya di TV suka saling sindir."

Momentum ini diharapkan bikin hubungan Pemda dan pers makin erat, serta media makin semangat nulis berita yang akurat, bukan hoaks, dan bermanfaat buat masyarakat—bukan cuma buat nambahin jam tayang atau jumlah klik.

Sebab, kalau Bupati sampai hadir mendadak, minimal wartawan juga harus mendadak nulis berita yang bener. (*)

Iklan