Iklan

Iklan

,

Iklan

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan Tembus 5,71 Persen, Bikin Cemburu Provinsi dan Pusat

04 Maret 2026, 12:44 WIB


KALIANDA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan lagi-lagi bikin gebrakan. Kali ini bukan soal infrastruktur atau wisata, tapi urusan duit. Di bawah komando Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, ekonomi daerah ini tumbuh gila-gilaan (5,71 persen dalam setahun terakhir).

Biar gak bingung, angka itu tertinggi se-Provinsi Lampung. Jauh di atas rata-rata provinsi yang cuma 5,28 persen. Bahkan nasional yang 5,11 persen pun ikutan ketinggalan. Sori ya, pusat, kami lagi gas pol.

Dibanding tahun 2024, pertumbuhannya naik 1,09 persen. Artinya? Struktur ekonomi Lamsel lagi panas-panasnya, ekspansif dan solid. Bukan lagi main-main, ini udah level "serius tapi santai".

Kepala Bappeda Lampung Selatan, Aryan Saruhian, dengan nada hampir mirip profesor ekonomi, bilang kalau ini hasil kerja kolektif. Bukan sulap, bukan sihir, tapi kebijakan pembangunan yang beneran jalan.

Katanya, sektor pertanian masih jadi tulang punggung. Stabil dan produktif. Jadi jangan remehin petani, karena mereka diam-diam nge-handle ekonomi.

Tapi bukan cuma sawah dan ladang yang kerja. Sektor industri pengolahan juga mulai unjuk gigi. Kapasitas produksi naik, nilai tambah komoditas lokal ikut melambung. Ditambah sektor perdagangan yang makin rame—barang dan jasa muter terus, kayak lagu TikTok yang lagi viral.

"Patut kita syukuri pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan yang tinggi merupakan indikator bahwa aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi berjalan sangat baik. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha serta efektivitas kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mendorong sektor-sektor unggulan," ujar Aryan, Selasa (3/3/2026), dengan gaya yang cukup meyakinkan.

Sektor konstruksi juga ikut cawe-cawe. Proyek infrastruktur di mana-mana bikin konektivitas makin mulus. Dampaknya? Multiplier effect, warung pinggir jalan rame, tukang gorengan kebanjiran order, dan sopir truk gak perlu muter jauh.

Dengan kombinasi sektor yang kompak begini, Lampung Selatan gak cuma bertahan di tengah krisis dan dinamika ekonomi global. Daerah ini justru tampil bak anak muda yang lagi on fire, produktif, percaya diri, dan bikin iri tetangga.

Capaian 5,71 persen ini bukan sekadar angka. Ini penegasan, Lamsel bukan cuma daerah persinggahan, tapi pemain utama. Adaptif, kompetitif, dan siap saing di level provinsi, bahkan nasional.

Dan kalau ada yang bilang ini cuma kebetulan, yuk silakan datang ke Kalianda. Kami buktikan dengan bakso dan pemandangan indah. (*)

Iklan