KALIANDA - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akhirnya ngasih angin segar buat para ASN-nya. Mulai 10 April 2026, setiap Jumat mereka boleh kerja dari rumah alias WFH. Senam pagi di kantor ganti senam di ruang tamu, deh.
Tapi tenang, masyarakat jangan panik dulu. Pelayanan publik katanya tetap jalan. Nggak bakal ada kejadian orang ngurus KTP terus ketemu pintu tutup plus stiker "WFH, maaf ya".
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, dengan percaya diri menjamin bahwa pelayanan masyarakat nggak akan jadi korban kebijakan ini.
“Mulai besok, ASN akan melaksanakan WFH satu hari dalam seminggu, yakni setiap Jumat. Sementara hari kerja lainnya tetap WFO. Namun pelayanan publik tetap menjadi prioritas dan tidak boleh terganggu,” ujar Hendry, Kamis (9/4/2026), dengan nada yakin kayak pelatih bola sebelum laga penting.
Kebijakan ini resmi tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 6 Tahun 2026. Isinya bukan cuma soal pindah tempat kerja dari kantor ke kasur, tapi juga upaya mendorong pola kerja yang lebih adaptif. Karena zaman udah makin canggih, masa ngantor masih harus lihat muka bos tiap hari?
Selain bikin ASN senyum-senyum sendiri, transformasi ini juga mau mempercepat digitalisasi layanan. Para pegawai didorong untuk akrab lagi sama e-office, tanda tangan digital, aplikasi Srikandi (bukan Srikandi yang pake panah ya), presensi digital, sampai sistem informasi kepegawaian. Jadi alasan "koneksi lagi lemot" mungkin bakal jadi lagu lama yang sering didenger.
Yang lebih menarik, Pemkab juga sadar bahwa WFH ini ternyata punya efek samping positif: efisiensi energi, mengurangi macet dan polusi, plus gaya hidup lebih sehat. Bayangin, daripada begadang terus paginya buru-buru ke kantor, sekarang Jumat pagi bisa olahraga dulu atau sekadar sarapan bareng keluarga.
Tapi jangan senang dulu. Sistem kerjanya sekarang berbasis output, bukan cuma masuk kantor terus absen terus pulang. Penilaian kinerja ASN bakal dilihat dari hasil kerja yang terukur. Jadi kalau WFH tapi tiduran sambil nonton drakor seharian, ya jelas ketahuan.
“Kepala perangkat daerah diharapkan melakukan pengawasan dan pengendalian agar transformasi ini berjalan efektif, termasuk dalam mendukung efisiensi energi di lingkungan kerja masing-masing,” kata Hendry lagi. Artinya, atasan harus jago-jago ngawasin anak buah lewat layar.
Sayangnya, nggak semua ASN bisa ikut WFH. Yang kerja di sektor kesehatan, pendidikan, perizinan, dan administrasi kependudukan tetap harus setia di kantor. Begitu juga para pejabat struktural kayak Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Camat, Lurah atau Kepala Desa, serta ASN yang bertugas di layanan kedaruratan dan ketertiban umum. Mereka tetap harus come to office, jaga senyum, dan melayani masyarakat.
Nggak cuma soal WFH, Pemkab juga memangkas perjalanan dinas hingga 50 persen untuk dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri. Penggunaan kendaraan dinas juga dibatasi maksimal 50 persen. Rapat-rapat yang biasanya makan snack mahal, sekarang lebih banyak secara hybrid atau daring. Efisiensi anggaran yang dihasilkan nantinya bakal dipakai buat program prioritas daerah. Jadi duit yang tadinya buat hotel bintang lima, sekarang mungkin buat perbaiki layanan publik. Lumayan.
Terakhir, Pemkab Lampung Selatan berjanji bakal mengevaluasi kebijakan ini setiap dua bulan. Soalnya khawatir ada ASN yang terlalu betah WFH sampai lupa kalau mereka punya kewajiban bikin laporan.
Selamat bekerja dari rumah, para ASN. Jangan lupa, Jumat tetap produktif, bukan malah jadi hari rebahan sejati. (*)
