KALIANDA – Langit masih enggan menumpahkan setitik air. Kemarau yang kian panjang tak kunjung memberi tanda berakhir. Di tengah bumi yang mulai merekah dan abu vulkanik yang masih membalut sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengajak seluruh masyarakat menguatkan ikhtiar lewat pintu langit: Salat Istisqa.
Rencananya, salat memohon hujan ini akan digelar pada Kamis, 10 September 2026, pukul 07.00 WIB, bertempat di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Selatan. Seluruh umat Islam diharap hadir, khusyuk, dan memanjatkan doa bersama.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menyampaikan bahwa Salat Istisqa bukan sekadar ritual, melainkan ikhtiar spiritual di kala musim kering melanda.
“Besok, Pemkab bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Selatan akan melaksanakan Salat Istisqa mulai pukul 07.00 WIB. Tempatnya di MAN 1 Lampung Selatan,” ujar Hendry, Rabu (9/9/2026).
Menurut Hendry, pelaksanaan Salat Istisqa tidak semata-mata ditujukan untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan ikhtiar bersama dalam menyikapi dampak yang ditimbulkan oleh musim kering.
Hujan yang dinanti bukan hanya untuk melembapkan tanah yang retak. Lebih dari itu, kehadirannya diharapkan mampu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini mengintai dari setiap hembusan angin kering. Tak hanya itu, guyuran air dari langit juga diharapkan membersihkan sisa-sisa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih menyelimuti sejumlah titik di Bumi Sai Bumi Ruwa Jurai.
Namun, Hendry mengingatkan dengan tegas. Doa tanpa langkah nyata tak cukup.
“Yang paling penting, ikhtiar spiritual ini juga harus diikuti dengan ikhtiar nyata. Masyarakat tetap perlu menjaga kewaspadaan, menjaga lingkungan, dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca yang ada,” ujar Hendry.
Pemkab Lampung Selatan pun berharap, melalui Salat Istisqa, tumbuh kesadaran kolektif: bahwa di tengah keterbatasan, doa dan kerja adalah dua sayap yang sama pentingnya. Masyarakat diajak tetap tenang, saling peduli, dan waspada, hingga hujan akhirnya turun membawa berkah, dan kondisi kembali membaik. (Kmf/*)
