Iklan

Iklan

,

Iklan

Debu Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Serang Rajabasa dan Kalianda! Warga Mengaku Perih di Mata

05 September 2026, 19:11 WIB
Foto : Suasana Dermaga Bom Kalianda sekitar pukul 17.15 wib

KALIANDA – Ancaman nyata dari letusan Gunung Anak Krakatau kini mulai dirasakan langsung oleh warga di dua kecamatan, Rajabasa dan Kalianda. Hujan Abu vulkanik tipis mulai membayangi pemukiman, dan yang lebih mengkhawatirkan, sejumlah warga mengeluhkan sensasi perih di mata ketika beraktivitas di luar rumah.

"Baru keluar rumah sebentar, langsung terasa perih. Seperti ada serbuk serbuk di udara," ujar Herman (37), warga Kalianda, dengan ekspresi was-was, Sabtu (05/09/2026).

Fenomena ini bukan sekadar debu biasa. Abu vulkanik dari Anak Krakatau mengandung partikel silika dan belerang yang sangat iritatif. Jika terhirup, selain menyebabkan batuk dan sesak, partikel ini juga bisa memicu gangguan pernapasan akut, terutama bagi balita dan lansia.

Sementara BPBD mengimbau seluruh masyarakat agar menggunakan masker. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker N95 atau kain basah untuk menyaring partikel halus. Kemudian tutup rapat sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu, serta mewaspadai gangguan kesehatan seperti sesak napas, pusing, dan iritasi kulit.

Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga). Badan Geologi terus memantau aktivitas kegempaan dan potensi gelombang pasang. Pemerintah setempat telah menyiapkan tenda evakuasi dan posko kesehatan di titik-titik strategis.

Jangan anggap remeh! Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar dan selalu update informasi resmi dari PVMBG. Keselamatan adalah yang utama! (*)

Iklan