Iklan

Iklan

,

Iklan

Lamsel Fest 2026 Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Lampung Selatan: Enam Hari Spektakel, Dari Pesta UMKM hingga Rekor MURI

04 November 2026, 22:46 WIB

KALIANDA – Kabupaten Lampung Selatan bersiap menggelar Lamsel Fest 2026 pada 10-15 November mendatang sebagai agenda yang diarahkan untuk menggerakkan ekonomi kreatif dan mempromosikan pariwisata daerah. Festival bertema Spirit of Krakatoa ini akan memusatkan seluruh kegiatannya di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Sebagai kado bagi peringatan HUT ke-70 Kabupaten Lampung Selatan, festival ini dirancang bukan sekadar sebagai ruang hiburan, melainkan sebagai wadah promosi pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, serta ajang memperkenalkan potensi lokal agar semakin dikenal dan berkembang. Berbagai atraksi disiapkan, mulai dari Pesta UMKM, Drift Show, Parade Budaya, hingga Night Lava Run, yang dilengkapi kegiatan pendukung seperti pemecahan rekor MURI melalui penyalaan 2.470 lentera dan konser musisi nasional.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, selaku Ketua Panitia Pelaksana Lamsel Fest 2026, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dapat dinikmati masyarakat secara gratis tanpa tiket masuk.

“Lamsel Fest 2026 mengusung tema Spirit of Krakatoa dengan menghadirkan empat agenda utama dan berbagai kegiatan pendukung. Masyarakat dapat menikmati beragam atraksi dan hiburan secara gratis,” ujar Hendry, Rabu (4/11/2026).

Jika biasanya festival identik dengan panggung hiburan, Lamsel Fest 2026 menempatkan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai salah satu pilar utamanya. Pesta UMKM akan berlangsung selama enam hari penuh, sejak 10 hingga 15 November 2026, sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal memasarkan produk dan memperluas jangkauan pasar.

Pemkab Lampung Selatan menyediakan stan gratis tanpa biaya sewa khusus bagi UMKM lokal. Fasilitas ini diharapkan membuka peluang transaksi, memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pengunjung yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Selain UMKM, festival ini juga memberi ruang bagi Dewan Kesenian Lampung Selatan, musisi lokal, serta kelompok seni budaya dari berbagai kecamatan untuk berekspresi. Keterlibatan para pegiat seni tersebut diyakini memperkaya rangkaian acara sekaligus memperkenalkan potensi seni dan budaya daerah kepada pengunjung.

“Lamsel Fest 2026 bukan hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga kesempatan bagi pelaku UMKM dan seniman lokal untuk menunjukkan potensi serta karya mereka. Kami ingin produk dan kekayaan seni budaya Lampung Selatan semakin dikenal, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hendry.

Pada Jumat (13/11/2026), festival menghadirkan Drift Show di Lapangan Korpri mulai pukul 19.20 WIB. Pertunjukan ini melibatkan sejumlah atraksi otomotif, termasuk penampilan Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Pariwisata, Zita Anjani, yang dijadwalkan mengendarai mobil dalam pertunjukan solo drift dengan manuver donat dan angka delapan. Atraksi tersebut juga akan melibatkan drifter nasional Akbar Rais bersama Vamella.

Hari keempat festival sekaligus menjadi momentum peluncuran sejumlah program dan identitas daerah, yakni City Branding, Halo Lamsel, dan pemenang Desa HELAU, yang dijadwalkan berlangsung setelah acara dibuka secara resmi oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

“Kami akan meluncurkan program City Branding, Halo Lamsel, dan pengumuman pemenang Desa HELAU. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan berbagai inisiatif yang memperkuat pelayanan sekaligus memperkenalkan identitas Lampung Selatan,” kata Hendry.

Rangkaian hari keempat ditutup dengan penampilan Maskaryoo, Souljah, dan The Changcuters di panggung utama Festival Musik.

Pada Sabtu (14/11/2026), Parade Budaya menjadi magnet utama dengan memadukan tradisi lokal dan pertunjukan seni budaya internasional. Rangkaian diawali dengan riding scooter sekitar 50 anggota komunitas Vespa dari Lamban Rakyat menuju Kantor Bupati Lampung Selatan mulai pukul 16.30 WIB.

Kemeriahan berlanjut melalui kegiatan International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) yang melibatkan delegasi Korea Selatan, Rusia, Polandia, Bulgaria, dan Indonesia. Memasuki acara utama sekitar pukul 19.40 WIB, parade menampilkan partisipasi tujuh marga, parade umbul-umbul, delegasi empat negara, pertunjukan teatrikal, serta Tari Tuping.

Rangkaian tersebut diwarnai upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyalaan 2.470 lentera yang melibatkan sekitar 2.500 peserta. Parade Budaya juga dijadwalkan dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Lampung, serta tokoh nasional lainnya.

“Parade Budaya menjadi salah satu daya tarik utama Lamsel Fest 2026. Kekayaan tradisi daerah akan ditampilkan bersama pertunjukan budaya internasional, dengan melibatkan sekitar 2.500 peserta serta agenda pemecahan rekor MURI melalui penyalaan 2.470 lentera. Kami ingin menghadirkan pengalaman budaya yang berkesan,” kata Hendry.

Kemeriahan hari kelima berlanjut melalui Festival Musik yang menghadirkan Grupie, Dewa 19 Experience, dan Al Ghazali.

Pada hari terakhir, Minggu (15/11/2026), Lamsel Fest 2026 menghadirkan Night Lava Run dengan titik start dan finish di depan Kantor Bupati Lampung Selatan, dimulai pukul 18.10 WIB. Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan pembagian doorprize.

Panggung festival kemudian menghadirkan Fashion Show dengan peraga perempuan dari kalangan masyarakat, bukan model profesional. Mereka merupakan sosok yang sehari-hari berjuang mencari nafkah bagi keluarga. Kehadiran mereka diharapkan menginspirasi perempuan lain untuk tampil percaya diri dan berani menunjukkan potensi diri.

Malam puncak dimeriahkan penampilan Hanaya, D'Masiv, Ndarboy, dan Nathalia Holscher, lalu mencapai puncaknya melalui sambutan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama sekaligus prosesi grand closing, yang semakin semarak dengan special effect dan pertunjukan kembang api.

Perpaduan atraksi otomotif, seni budaya, olahraga, musik, dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadikan Lamsel Fest 2026 lebih dari sekadar perayaan hiburan. Festival ini diposisikan sebagai ruang promosi pariwisata dan penguatan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi lokal Lampung Selatan.

Hendry Kurniawan menegaskan bahwa Lamsel Fest tidak hanya dirancang sebagai perhelatan sesaat. Festival tersebut akan terus dikembangkan menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

“Lamsel Fest 2026 tidak hanya menjadi perhelatan sesaat, tetapi akan terus dikembangkan sebagai agenda berkelanjutan untuk meningkatkan pariwisata Lampung Selatan. Kami ingin festival ini tumbuh semakin besar dan mampu sejajar dengan festival-festival unggulan lainnya di Indonesia,” kata Hendry.

Ia juga mengimbau masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat maupun hadir untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Kami mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan selama Lamsel Fest 2026 berlangsung, sehingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan dapat dinikmati bersama,” pesan Hendry.

Iklan